infotamasolusi.com

Home

Software as a Service

Konsep "Software as a Service (SaaS)" merupakan konsep yang sudah cukup lama dicetuskan namun baru naik daun di penghujung tahun 2000, dimana krisis global mulai mendorong perusahaan besar untuk lebih berinovasi guna menghemat anggaran biaya.

Perbedaan mendasar antara software tradisional dan SaaS ada pada pergeseran paradigma dimana software tidak lagi dilihat hanya sebagai aset mati namun lebih pada pendukung dinamika usaha.

Software tradisional juga sering disebut sebagai "on premise software" dimana perusahaan membeli hak guna software tersebut untuk dipergunakan on-site. Namun demikian bersamaan dengan pembelian software tersebut, perusahaan juga harus mengeluarkan berbagai biaya tambahan yang tidak dapat dihindari, antara lain: pemeliharaan server, uninterrupted electricity supply (dgn UPS), on-call support bilamana terjadi gangguan virus di server, dan masih banyak biaya tak terduga lainnya. Di sini juga terdapat single-point of failure, dimana semua kegiatan usaha sangat bergantung pada komputer server yang di hosted di dalam kantor tersebut. Server dengan arsitektur seperti ini juga sangat rentan terhadap penyebaran virus baik melalui client maupun lansung melalui server. Di sini juga sering dijumpai dimana staff sering memilki lebih dari 2 komputer, satu untuk akses intranet, dan satu lagi untuk akses Internet. Pemakaian seperti ini sangat tidak efisien dan cenderung membuat pekerjaan menjadi terhalang.

SaaS merupakan software yang ditawarkan dalam bentuk pelayanan/service yang di digunakan melalui Internet. Disini perusahaan tidak lagi terbebani dengan biaya pembelian software dimana datang dengan berbagai biaya-biaya yang tak terduga lainnya. Dengan SaaS, perusahaan cukup berlangganan layanan yang diperlukan. Biaya dapat secara lansung diukur per periode pemakaian.

 

Keuntungan dari SaaS

Dengan SaaS, perusahaan tidak perlu mengeluarkan biaya support yang tinggi, karena server tidak rentan terhadap transmisi virus dari sisi client. Web server memiliki pengamanan yang tinggi dan di tangani oleh support yang handal, dimana biaya pengamanan ini terlalu tinggi apabila harus ditanggung oleh hanya satu perusahaan. Dengan SaaS, penggabungan biaya menghasilkan penghematan yang cukup besar bagi per satuan pengguna software tersebut.

SaaS dapat mendorong penurunan biaya operasional perusahaan karena biaya per staff dapat dengan mudah diketahui dan di monitor. Di dalam konsep SaaS, layanan dihitung per user pengguna, sehingga perusahaan dapat berkembang atau pun mengurangi jumlah staff nya secara flexible tanpa terbebani biaya tetap yang cukup besar pada konsep software tradisional.

Dengan SaaS, vendor juga terdorong untuk berinovasi dan berkembang untuk lebih memajukan perusahaan client nya. Di sini, pihak vendor hanya mendapatkan pendapatan selama customer tetap berlangganan jasa yang diberikan. Biaya perpindahan customer ke vendor/provider SaaS lain tidak sebesar pada konsep software tradisional, sehingga vendor memiliki dorongan yang tinggi untuk memenuhi kebutuhan customer secara berkesinambungan.

 

Kesimpulan

SaaS merupakan konsep bisnis yang sangat penting di era globalisasi dimana kemampuan untuk dapat mengontrol dan memonitor biaya dan kinerja staff menjadi sangat penting. Dengan SaaS, perkembangan perusahaan tidak lagi terbebani oleh keterbatasan software pendukung. Dalam konsep SaaS, vendor memiliki dorongan yang cukup besar untuk terus berinovasi dan berkembang tanpa tambahan biaya signifikan dari sisi perusahaan/customer.